Sebongkah Rindu untuk P
Malam tadi aku mimpi lagi... Mimpi tentang P, entah sudah kali yang ke berapa; aku rasa dah tak terhitung lagi. Lima tahun sudah berlalu, hatiku masih terlalu degil untuk menghapuskan namanya dari diari hidupku. Mungkin aku kelihatan tenang, tapi yang nyatanya aku tak boleh melupakan sulu pertama. Seperti sebongkah iceberg, permukaan yang menonjol itu hanyalah sebahagian daripada hidupku, yang mungkin boleh aku kategorikan sebagai kehidupan yang menggembirakan. Tetapi yang terlindung di bawah paras air, itulah diriku yang sebenar. Kelukaan, kesedihan, tangisan, ketidakyakinan, kerinduan, kekecewaan, penyesalan ... terus mendominasi hidupku.

1 Comments:
Iceberg? wow! itulah psychoanalisis sebenar. Wah, sekarang udah berteori, ya?
Saya menemukan semangat pada Ann, yang kadang dilontarkan dalam bentuk protes, mungkin juga complaint [kami menyebutnya keluh-kesah].
Post a Comment
<< Home